Jumat, 01 Oktober 2010

RI-Malaysia

Beberapa hari ini aku selalu membaca berita tentang panasnya hubungan antara Indonesia-Malaysia. Hal itu disebabkan penangkapan 7 nelayan Malaysia oleh 3 petugas DKP karena melewati batas wilayah laut Indonesia. Tidak terima dengan perlakuan ketiga petugas DKP tersebut, kepolisian laut Malaysia justru menangkap ketiga petugas yang menangkap nelayan tersebut. Keadaan ini diperparah akibat Malaysia memperlakukan ketiga petugas tersebut seperti tahanan, selain itu unjuk rasa yang dilakukan oleh rakyat Indonesia yang melewati norma kesopanan - melempar tinja ke kantor dubes Malaysia di Indonesia. Kedua negara tidak terima dengan perlakuan tersebut, sehingga muncul opini bahwa hubungan Indonesia-Malaysia akan seperti Iran-Irak. Seperti kita ketahui hubungan Iran-Irak tidak pernah harmonis padahal mereka berada dalam sat wilayah yang berdekatan, bahkan terjadi perang yang menewaskan jutaan orang dari kedua negara yang bertikai tersebut.

Sebenarnya hubungan Indonesia-Malaysia tidak perlu seperti Iran-Irak. Hal ini disebabkan begitu banyaknya persamaan latar belakang, sejarah, dan budaya dari kedua negara yang menjadi simbol Islam di Asia Tenggara. Opsi perang yang dimunculkan oleh beberapa kalangan tidak didasarkan pada pemikiran yang jernih. Begitu banyak TKI yang mengadu bekerja di Malaysia dan hal ini sangat merugikan Indonesia jika memilih opsi perang. lebih baik pemerintah menyelesaikan permasalahan ini dengan perundingan bilateral. Tetapi Indonesia harus tegas adlam mempertahankan kedaulatan wilayah NKRI, jangan sampai batas-batas negara direbut oleh Malaysia, jangan sampai tragedi direbutnya Pulau Ligitan dan Sipadan terulang lagi. Indonesia juga harus memberi peringatan yang lebih keras jika sampai terjadi insiden yang merugikan Indonesia lagi.

Memang sulit berunding dengan Malaysia jika dilihat dari sisi ekonomi. Malaysia unggul satu langkah dari Indonesia karena banyaknya Tenaga Kerja Indonesia yang mencari kerja disana. Malaysia akan memanfaatkan keadaan ini untuk menjadikan suatu poin pertimbangan dalam perundingan antara kedua negara. Sesungguhnya cara apapun yang akan ditempuh oleh pemerintah Indonesia akan didukung oleh para rakyat, hanya saja pemerintah harus mencari cara yang paling bijak untuk menyelesaikan masalah ini.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar